Kamis, 04 Oktober 2012

Meriam Caesar 155mm

 
CAESAR 155mm, meriam ini dirancang diatas platform truk Renault Defense Sherpa 5 dengan penggerak 6×6. Dengan platform truk, baik meriam, kru, dan amunisi bisa dibawa dalam satu unit, sehingga bisa digelar lebih cepat. Truk Sherpa 5 sudah dirancang khusus dengan penguatan chasis, bahkan ada teknologi yang diterapkan pada ranpur beroda yakni CTIS (central tire inflation systems) untuk mengatur tekanan ban dari dalam kabin juga disematkan, sehingga CAESAR bisa berjalan di beragam medan berat. Dalam gelar operasinya, CAESAR membawa 6 awak, dimana untuk urusan kabin sudah dilengkapi perlindungan anti Nubika (nuklir, biologi, dan kimia). Lapisan body truk ini pun sudah dibuat kebal untuk menahan proyektil peluru caliber 7,62mm dan pecahan mortar kaliber 80mm.

Bicara tentang meriamnya, TRF-1 mengusung kaliber 155/52mm dengan jarak tembak maksimum 42.000 meter dan jarak tembak minimum 4.500 meter. Kecepatan tembak meriam ini dapat memuntahkan 6 proyektil untuk setiap menitnya. Hebatnya sistem pemuatan amunisi sudah mengaplikasikan jalur otomatis ala revolver, pengisi tinggal menaruk proyektil ke rak, dan pengisi akan memasukkannya langsung ke dalam kamar peluru. Perlu diketahui, berbeda dari meriam TNI AD sebelumnya, CAESAR sudah mengadopsi sistem amunisi tanpa selongsong (caseless), alhasil bobot amunisi yang dibawa lebih ringan, dan tentu saja ramah lingkungan.  Dalam 1 unit truk CAESAR dapat membawa 16 amunisi yang ditelakkan dalam kompartemen kedap air dan api yang masing-masing mampu memuat delapan proyektil dan ditaruh pada flatbed di bawah laras meriam.

Sistem manajemen penembkkan CAESAR sudah tergolong canggih dan akurat, mengadopsi teknologi FAST buatan Nexter EADS yang dibekali ROB4 muzzle velocity radar systems, SAGEM SIGMA 30 navigation systems, dan tentunya GPS (global positioning systems).SIGMA 30 merupakan intertial guidance system pertama di dunia yang langsung ditempelkan ke landasar meriam, menjadikan akurasi maksimal karena berada dekat dengan laras. Untuk urusan amunisi, ada jenis LU211HE, LU211M, Ogre, SAMPRASS, BONUS MK.2 dan SPACIDO. Ditilik dari kecanggihan, proyektil SAMPRASS misalnya, ketika meluncur di udara  akan menerima sinyal satelit GPS dan mengoreksi target sasarannya berdasarkan input yang diterima. CAESAR secara keseluruha memiliki bobot 18,5 ton, keunggulan lain dari sista ini adalah dalam mobilitas.


8 unit CAESAR telah didatangkan ke Afghanistan oleh AD Perancis pada tahun 2009 lalu, meriam ini diarahkan untuk melakukan bantuan tembakan artileri guna mendukung gerakan pasukan infantri. Di bumi Afghanistan sendiri, CAESAR menjadi meriam swa gerak satu-satunya yang dioperasikan oleh NATO/ISAF.
 
Spesifikasi CAESAR
Negara asal             : Perancis - Nexter GIAT
Kaliber                      : 155/52mm
Berat                          : 18,5 ton
Dimensi truk              : 7,32 x 2,5 x 3,26 meter
Dimensi seluruhan     : 10 x 2,5 x 3,7 meter
Jarak tempuh              : 600 Km
Kecepatan                     : 50 Km/jam - off road dan 100 Km/jam - on road
Jarak tembak max       : 42 Km
Jarak tembak min         : 4,5 Km
Negara pengguna           : Perancis, Arab Saudi, dan Thailand.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar