Minggu, 16 September 2012

Pengorbanan orang tua

Kalo seumpama kalian ditanya "Pilih siapa Ayah atau ibu?" apa yang akan kalian jawab??
mungkin ini adalah pertanyaan yang sangat membuat kita binggung (atau galau dalam bahasa gaul'nya).
bagaimana kita tidak binggung, pertanyaan itu benar benar memojokkan kita.
seumpama kita memilih ibu memang ibu yang melahirkan kita, tapi di lain pihak ayahlah yang berusaha mencari uang demi makan kita. apalagi kalo kita udah masuk masa remaja, pasti banyak banget tuntutan'nya kalo cewek pasti beli bajulah, ke salon buat rebonding rambut, buat beli bedak kalo cowok pastinya minta motor, mobil dan yang lainnya lah,.. oh ya buat beli pulsa modem juga yaa,.. hehehehe,...
tapi kalo kita milih ayah kita juga sama aja kayak anak durhaka, kenapa?? soalnya ibu yang ngelahirin kita sob,.. emang kalian keluar dari batu gitu aja,..??? woow kayak sun goo kong dong. hahahaha,..
tapi terkadang kita aja yang keterlaluan, suka lupain mereka berdua. padahal pengorbanan mereka tuh woowww besaaaaar banget tau, coba kalian kembaliin otak kalian deh ke flashback masa lalu ato kalo otak kalian payah (Maap,.. hehehe) coba kalian lihat foto jaman bayi kalian. kedua orang tua kita rasanya seneng banget punya kita, apalagi kalo anak pertama gitu,..
coba kalian lihat ekspresi wajah seneng, bahagia dari ayah dan ibu kalian, terus bayangin deh sama ekspresi wajah ortu kalian sekarang kalo kalian lagi bertengkar sama kedua ortu kalian, sumpah kalo inget gitu rasanya miriis banget di hati,.. pengen banget ngucapin maap ke ortu tapi apa daya GENGSI yang ada. berbeda kalo semisal pacar kita yang marah,.. huuh pasti minta maap'nya mati-matian banget.
sob,.. saya cuma berharap aja, mumpung ortu kita masi ada jangan di sia-sia'in yaa. kasian mereka, udah tua masii aja kalian susahin.
oke deh buat yang udah baca saya ucapin makasih yaa,.. semoga kalian termasuk orang orang yang berbakti kepada orang tua.

TNI AD akan diperkuat dengan tank Leopard Revolution



Leopard 2 Revolution MBT (photo : Militaryphotos)
JAKARTA, KOMPAS — Meski tertunda, realisasi pembelian main battle tank Leopard semakin nyata. Indonesia akan membeli 163 tank yang terdiri dari 103 unit MBT, 50 unit tank medium, dan sepuluh unit tank pendukung.
Kepastian pembelian main battle tank (MBT) tersebut disampaikan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dalam pertemuan dengan Kuasa Usaha Jerman untuk Indonesia Heeidrun Tempel, Rabu lalu di Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Sjafrie yang didampingi Kepala Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan Mayor Jenderal Ediwan Prabowo mengatakan, terkait dengan pembelian tank tersebut, perwakilan dari pabrik Leopard, yaitu Rheinmetall, akan berada di Indonesia untuk penandatangan kontrak akhir September. Pada November, MBT Leopard sudah bisa dipamerkan dalam pameran Industri Pertahanan Indo De¬fence 2012.
Ke-103 MBT tersebut terdiri dari 61 unit MBT Leopard Revolution dan 42 unit MBT Leopard 2A4. Paket ini juga termasuk tank medium produksi Rheinmetall, yaitu Marder 1A3 sebanyak 50 unit, dan 10 unit lain tank pendukung seperti tank jembatan dan penarik.

Leopard 2A4 MBT (photo : KMW)
Beda dengan DPR
Pembelian tank ini bernilai 280 juta dollar AS (sekitar Rp 2,6 triliun) sesuai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2012. Sebelumnya, direncanakan anggaran tersebut untuk membeli 104 MBT Leopard 2A4.
Komisi I DPR secara resmi belum menyatakan persetujuan untuk pembelian ini. Secara internal, Agustus lalu, keputusan Komisi I adalah menyetujui pembelian tank medium.
Komandan Pusat Kesenjataan Kavaleri Kodiklat TNI Angkatan Darat Brigadir Jenderal Purwadi Mukson, Karnis (13/9), menyambut gembira pembelian tersebut.
Ia menjelaskan, MBT Leopard Revolution berbobot 62 ton, sedangkan MBT Leopard 2A4 berbobot 59 ton. Kedua jenis tank ini termasuk tank berat, sedangkan Marder 1A3 tergolong tank medium.
"Marder ini bagus karena juga untuk mengangkut personel. Satu tank bisa untuk mengangkut 10 orang," ujar Purwadi.

Marder 1A3 (photo : Militaryphotos)
Di luar ekspektasi
Purwadi mengatakan, kelas MBT Leopard Revolution berada di atas MBT Leopard 2A4 yang dibeli dalam kondisi standar. Untuk turet, struktur di atas tank yang menjadi tempat dudukan senjata seperti canon dan senapan mesin, MBT Leopard Revolution telah digerakkan secara elektronik. Sementara itu, MBT Leopard 2A4 masih digerakkan secara hidrolik. Masing-masing menggunakan canon 120 milimeter, sedangkan Marder 1A3 dengan canon 20.
"Pembelian ini di atas ekspektasi. Tidak ada penurunan spesifikasi teknis. Malah amunisi semua lengkap," kata Purwadi.
Pengamat militer dari Imparsial, Al Araf, melihat keanehan dengan anggaran yang sama bisa didapat banyak sekali MBT. Ia khawatir, tank yang dibeli tidak dalam kondisi baik sehingga membutuhkan biaya retrofit dan perawatan tinggi.
Al Araf mengatakan, untuk menjawab kecurigaan tersebut, pemerintah harus transparan dalam pengadaan persenjataan termasuk kondisi barang dan perawatan dalam rentang waktu beberapa tahun ke depan. (EDN)

Lebih Baik Toilet Duduk atau Jongkok,..??




Perang antara toilet duduk dan jongkok tak terasa terus terjadi.  Banyak artikel belakangan mengklaim toilet duduk lebih baik. Secara tampilan dan kebersihan toilet, mungkin benar. Tapi apakah baik untuk kesehatan?
 

Sebenarnya pemilihan antara toilet duduk atau jongkok tergantung selera dan kebiasaan. Ini semua berpulang pada budaya masing-masing. Walau kenyataannya, toilet duduk diperkenalkan kepada rakyat Asia (apalagi Indonesia) sebagai peradaban moderen yang mengacu pada pola pikir barat. Masyarakat kita sendiri sejak dulu lebih akrab dengan model "buang hajat" sambil jongkok.

Belakangan, semakin menjamurnya toilet duduk maka pola hidup masyarakat, khususnya kaum urban pun berubah. Mulai rumah tinggal hingga perkantoran, serta tempat-tempat umum banyak menggunakan toilet duduk. Kecuali mungkin toilet umum di terminal kecil yang masih bertahan dengan toilet jongkok. Mengapa? Alasan paling jelas, masalah harga dan perawatan. Lebih murah membuat instalasi toilet jongkok.

Apakah hanya karena lebih murah?

 Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam journal Digestive Diseases and Sciences, Dr. Dov Sikirov memaparkan posisi duduk atau jongkok saat buang air besar berpengaruh banyak pada kenyamanan di kamar mandi.

Ia menginstruksikan sejumlah responden untuk mencoba buang air besar dengan tiga posisi berbeda. Ada yang buang air besar di toilet duduk setinggi 16 inci, duduk di toilet setinggi 12 inci, dan jongkok di atas wadah plastik. Setiap responden juga diminta mencatat waktu mereka buang air besar dan diukur apa kesulitannya dalam  empat titik skala.
 


Hasil studi menunjukkan, saat posisi seseorang jongkok, ia membutuhkan 51 detik untuk memindahkan perutnya. Sedangkan saat posisi duduk di toilet lebih tinggi, orang membutuhkan 130 detik untuk memindahkan perut. Selain itu, orang yang buang air besar dengan jongkok merasa lebih nyaman dan lebih mudah.

Studi lainnya dilakukan oleh para peneliti Jepang.  Mereka meneliti cairan yang dilepaskan dari dubur baik dalam posisi duduk atau jongkok. Dari rekaman video sinar x terungkap, sudut anorektal yang terbentuk mulai dari dalam anus naik dari 100 menjadi 126 derajat ketika responden pindah posisi dari duduk ke jongkok. Peneliti mengamati kemungkinan terjadinya pengurangan keinginan mengejan saat jongkok.

Mengejan saat buang air besar erat kaitannya dengan terjadinya wasir. Wasir terjadi ketika pembuluh darah di bagian dubur bengkak, sementara tekanan saat mengejan akan menyebabkan pembuluh darah semakin membesar.

Wasir bisa disebabkan mengejan saat buang air besar, sembelit, duduk dalam waktu lama, infeksi dubur, atau penyakit seperti sirosis hati. Penyakit ini bisa terjadi secara internal maupun ekternal. Gejalanya seperti gatal-gatal pada dubur, rasa sakit dan nyeri seputar dubur, terdapat darah merah pada tinja, nyeri saat buang air besar serta muncul benjolan keras di sekitar dubur.

Jadi, berdasarkan sejumlah kajian penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa menggunakan kloset jongkok relatif lebih menguntungkan dari sisi kesehatan karena dapat memudahkan proses pembuangan.
 
Bentuk toilet jongkok juga sebenarnya lebih sehat. Penulis Ayu Utami pernah mengangkat hal ini di sebuah media beberapa bulan lalu. Toilet jongkok mempunyai leher angsa di lubang pembuangannya (lubang berbentuk melengkung ke kanan lalu ke kiri semakin dalam). Hal ini secara tak langsung menghalangi mikroba dan bakteri yang keluar dari tinja karena bentuk "leher angsa" tadi.

Agak mengherankan. Ayu Utami, penulis yang lebih sering berkutat di dunia sastra bercerita soal ini. Setidaknya ia mengingatkan soal terjadinya perang ideologi barat dan timur juga menyasar ke masalah buang hajat. Semua hal yang berbau modern baik untuk ditelaah, tapi bukan berarti disetujui membabi-buta. Belum tentu yang tradisional dan "ketinggalan jaman" tidak lebih baik.

Bagaimanapun semua berpulang pada kita masing-masing. Lebih nyaman toilet duduk atau jongkok, tinggal pilih.

Puisi Terakhir


Mimpi buruk selalu tiba sebelum aku tertidur, usai menutup pintu dan memadamkan lampu...
kau datang menyalakan seluruh masa lampau...
Di antara semua yang kujaga dalam ingatan, dan semua yang kaupelihara dalam kenangan...
ingin sekali kubangun sebuah persimpangan.
tempat di mana sekali lagi kita akan berpapasan.
sejenak saling bertukar pandang atau senyuman, kemudian memutuskan untuk memilih beda jalan.
Baiklah... sekarang kita bersepakat saja, ingatan akan terkubur dalam tidur kita...
dan seluruh yang tumbuh di atasnya,
tak bernama dan bukan miliki siapa-siapa.
jangan pandang masa lalu, karena aku takkan pernah mau menghampirimu.
hanya sepenggal kenangan yg kusisakan untukmu.
tatap ke depan, banyak celah langkah yg hrs ditapakkan...
Inilah puisi terakhir yang akan aku tuliskan...
seperti Cinta'ku yang tlah kau permainkan...
(NarcowzHand'z Da' AngeL)