Selasa, 23 Oktober 2012

China Segera Uji Senjata Anti Satelit

 
 
China segera akan menguji senjata anti-satelit baru yang bisa menimbulkan ancaman besar bagi kemampuan pertahanan Taiwan. Menurut sumber intelijen AS, rudal anti-satelit Dong Ning-2 berpotensi menghancurkan satelit di orbit tinggi Bumi atau geosynchronous - akan siap diuji coba bulan depan. Jika nantinya terbukti sukses, rudal anti-satelit itu bisa melumpuhkan satelit AS yang salah satu tugasnya untuk menginformasikan peringatan dini dari serangan terhadap Taiwan dan satelit-satelit AS lainnya yang saat ini digunakan untuk melakukan operasi/misi pertahanan.

The Washington Free Beacon, sebuah situs Web politis konservatif, melaporkan pada Selasa (16/10) bahwa tes senjata anti-satelit China itu telah ditunda "untuk menghindari upsetting" mengikuti pemilu Presiden AS Barack Obama. "Penundaan China dalam melakukan tes sampai setelah pemilu 6 November menandakan Beijing ingin "membantu" kampanye pemilihan kembali Obama - itu berarti mereka lebih menyukai Obama terpilih kembali," kata seorang pejabat AS yang mengutip dari sebuah laporan intelijen. Namun pihak Intelijen dan militer  China yang ditemui oleh Taipei Times pada hari Selasa lalu menolak untuk mengkonfirmasi atau menginformasikan perkembangan lebih lanjut dari rudal anti-satelit China ini.

"Rudal itu digambarkan oleh badan-badan intelijen sebagai interseptor orbit tinggi-bumi yang dirancang untuk menghancurkan satelit dengan hantamannya pada kecepatan tinggi," kata laporan itu. China telah membangun kemampuan anti-satelit selama lebih dari 10 tahun, namun pengujian rudal anti-satelit orbit tinggi-bumi merupakan suatu kemajuan besar. Satelit navigasi dan komunikasi militer berada di orbit tinggi-bumi antara 19.300 km sampai 35.410 km dari Bumi.

Tidak diketahui bagaimana pengujian akan dilakukan. "Para pejabat pertahanan AS telah mengatakan bahwa dengan sedikitnya 24 rudal anti-satelit, China akan dengan mudah melemahkan operasi militer AS dengan mengganggu komunikasi global dan logistik militer serta dengan membatasi sistem navigasi yang digunakan oleh senjata-senjata berteknologi tinggi AS", kata laporan itu. Departemen Luar Negeri AS memalui informasi Pentagon mengatakan kepada kepada Kongres pada awal tahun lalu bahwa senjata anti-satelit China memiliki implikasi signifikan bagi upaya anti-akses dan area-denial terhadap AS di Selat Taiwan.

Dikatakan bahwa senjata China itu sedang dikembangkan untuk "memaksa" militer AS keluar dari perairan Asia dan memberikan kesulitan bagi pasukan AS untuk masuk ke wilayah tersebut guna membela Taiwan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar